<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Rushshit's blog</title>
	<atom:link href="http://rushshit.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rushshit.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 16 Aug 2008 07:47:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='rushshit.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Rushshit's blog</title>
		<link>http://rushshit.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rushshit.wordpress.com/osd.xml" title="Rushshit&#039;s blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://rushshit.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>AntarA MuniR dan HaM</title>
		<link>http://rushshit.wordpress.com/2008/08/16/antara-munir-dan-ham/</link>
		<comments>http://rushshit.wordpress.com/2008/08/16/antara-munir-dan-ham/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 07:47:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rushshit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Asasi]]></category>
		<category><![CDATA[Hak]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[Kiri]]></category>
		<category><![CDATA[MAnusia]]></category>
		<category><![CDATA[munir]]></category>
		<category><![CDATA[SAid]]></category>
		<category><![CDATA[Thalib]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rushshit.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[“Mereka menenteng senjata, mereka menembak rakyat, tapi kemudian bersembunyi di balik keteng kekuasaan&#8230;. Apakah akan kita biarkan orang-orang itu tetap gagah..?? Mereka harus bertanggung jawab, sampai detik manapun..!!” Itu adalah sekelumit dari orasi Munir Said Thalib, sebelum beberapa minggu dia meninggal. Hingga tahun ke tiga sampai saat ini kematiannya masih menyisakan misteri. Kenapa, mengapa, alasan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rushshit.wordpress.com&amp;blog=2508706&amp;post=8&amp;subd=rushshit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><span lang="ES-AR">“Mereka menenteng senjata, mereka menembak rakyat, tapi kemudian bersembunyi di balik keteng kekuasaan&#8230;.</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span lang="ES-AR">Apakah akan kita biarkan orang-orang itu tetap gagah..??</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span lang="ES-AR">Mereka harus bertanggung jawab, sampai detik manapun..!!”</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="ES-AR"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Itu adalah sekelumit dari orasi Munir Said Thalib, sebelum beberapa minggu dia meninggal.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Hingga tahun ke tiga sampai saat ini kematiannya masih menyisakan misteri.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Kenapa, mengapa, alasan apa, seorang Munir kemudian mati secara mendadak, dan kemudian diketahui bahwa kematianya disebabkan oleh racun Arsenic dalam kadar tinggi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Juga diketehaui belakangan, bahwa kematian Munir sengaja atau direncanakan oleh berbagai pihak yang tidak menyenanginya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Lantas siapa yang tidak menyenangi Munir, dan kenapa dia tidak disenangi?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal">Munir Said Thalib, SH lahir di Malang, Jawa Timur, 8 Desember 1965. <span lang="SV">Kepergiannya meninggalkan seorang istri bernama Suciwati dan dua orang anak bernama Sultan Alief Allende dan Diva. Sebelum menceburkan diri secara penuh dalam dunia ”aktivis”, dia sempat bekerja di sebuah perusahaan persewaan sound system dan menjual alat-alat elektronik. Lulusan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Malang tahun 1985 ini, memulai karirnya di LBH Pos Malang. Ia masuk sebagai sukarelawan di LBH Pos Malang tahun 1989. Munir memulai seluruh kerjanya dari &#8220;basis&#8221; buruh dan petani. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Kemudian Munir pindah ke Surabaya dan menjadi Koordinator Divisi Perburuhan dan Divisi Hak Sipil Politik LBH. </span><span lang="ES-AR">Tahun 1993 Munir diangkat menjadi Ketua Bidang Operasional LBH Surabaya sampai 1995. Karir Munir di LBH terus berlanjut. Usai menjabat Ketua Bidang Operasional LBH Surabaya, ia dipromosikan menjadi direktur LBH Semarang. Ia hanya tiga bulan di Semarang, kemudian ditarik ke Jakarta menjadi Sekretaris Bidang Operasional Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).</p>
<p>Kemudian Munir menjadi pendiri Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS) serta menjadi Koordinator Badan Pekerja di LSM ini. Di lembaga inilah nama Munir mulai dikenal, saat dia melakukan advokasi terhadap para aktivis yang menjadi korban penculikan rejim penguasa saat itu. Perjuangan Munir tentunya tak luput dari berbagai teror berupa ancaman kekerasan dan pembunuhan terhadap diri dan keluarganya. Usai kepengurusannya di KontraS, Munir ikut mendirikan Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Indonesia, Imparsial, di mana ia menjabat sebagai Direktur Eksekutif.</p>
<p>Saat menjabat Koordinator KontraS namanya tenar sebagai seorang pejuang bagi orang-orang hilang yang diculik pada masa itu. Ketika itu dia membela para aktivis yang menjadi korban penculikan Tim Mawar dari Kopassus. Setelah Suharto jatuh, penculikan itu menjadi alasan pencopotan Danjen Kopassus (waktu itu) Prabowo Subianto dan diadilinya para anggota Tim Mawar.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="ES-AR"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="ES-AR">Juga, dimana usahanya untuk menguak kasus-kasus, pelanggaran HAM berat masa lalu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="ES-AR">Seperti Tanjung Priok, Talangsari, DOM Aceh, penembakan mahasiswa Trisakti, Semanggi I &amp;amp; II, dll.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="ES-AR"><br />
Itu sekelumit tentang cerita sejarah hidup Munir, dan itu sebabnya mengapa<span> </span>banyak orang menganggap dia sebagai pejuang Hak Asasi Manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="ES-AR">Ada hal yang menarik ketika beberapa minggu lalu saya melihat gambar wajah munir terpampang dalam sablonan kaos di sebuah FO yang cukup besar di Bandung, lengkap dengan alat patung peraga yang didandani ala model.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Saya jadi teringat dengan icon Ernesto Che Guevara tokoh Revolusioner legendaris abad XX. Dia jadi ikon revolusi yang potretnya melekat di kaos oblong, poster, pin, dan aksesori lainnya. Kalimat &#8220;Hasta la victoria siempre!&#8221; yang ditulisnya kepada Castro saat meninggalkan Kuba telah menjadi salam heroik anak-anak muda.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Ada pengalaman lucu, ketika suatu saat saya menghadiri pagelaran musik Underground di Bandung, ketika salah satu kelompok musik tampil dan beberapa personelnya memakai kaos bergambar Che Guevara, teman saya bertanya ”<em>Che Guevara itu, vokalis band apa ya..?”</em></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Begitupun dengan gambar Munir, ada yang pernah bertanya <em>”itu fotonya Ucok ya..??” </em>(Ucok adalah Vokalis Band HipHop Underground ”Homicide” yang<span> </span>melegenda dan Cukup kontroversial di Bandung<em>)</em></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Karena Band ini pernah membuat aksesoris yang bergambar Munir, juga beberapa karyanya yang memang diperuntukkan untuk almarhum Munir.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Ada kecenderungan sepertinya ketika Ikon-ikon dipakai dan si pemakai merasa dirinya menyatu dengan Ikon yang dipakainya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Misalkan seorang memakai kaos bergambar Che Guevara, serta merta dirinya merasa sudah Revolusioner.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Tanpa Sadar si pemakai telah masuk ”perangkap” tak-tik marketing dari si produsen, yang mungkin berlawanan dengan esensi dari Ikon yang dipakainya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Bukan berarti di sini saya mau mengatakan, jangan memakai ikon-ikon semisal Che Guevara ataupun Munir.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Hanya sungguh sayang ketika memakai Ikon tadi kita lupa esensi dari orientasi perjuangannya itu sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Kalau kita berbicara tentang seorang Munir, juga tidak bisa dilepaskan berbicara tentang apa yang pernah ia perjuangkan semasa hidupnya, perjungan tentang penegakan Hak Asasi Manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Sampai saat dia meninggal, ada beberapa kasus yang masih menjadi PR bagi penegakan Hak Asasi Manusia di Negeri ini.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Kaitannya dengan bagaimana Munir mencoba membongkar pelanggaran HAM masa lalu, seperti kasus 65, Tanjung Priok, Talangsari, Penembakan Misterius, dll.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Atas keberanian dia bersikap membongkar kasus-kasus itu ditengah masih kuatnya Militeisme di negeri ini tidak ayal banyak teror-teror yang dia terima.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Dari pengklaiman seorang Yahudi, atau seorang Komunis sekalipun.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"></span><span lang="IT">Menarik ketika kita bicara tentang masalah gerakan Kiri di negeri ini, serta merta<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-weight:normal;" lang="SV">gerakan “Kiri” menjadi menakutkan dan dibumbui mitos bahwa gerakan kiri itu komunis, dan komunis pasti atheis, tentu kalau atheis sudah pasti sadis&#8230;</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-weight:normal;" lang="SV">Alamak, sebegitu konservatifnya dan sesederhana itukah masalahnya..???</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-weight:normal;" lang="SV">Lantas apakah<span> </span>selain gerakan kiri pasti tidak sadis, belum tentu juga kan..???</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-weight:normal;" lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-weight:normal;" lang="IT">Istilah kiri dan kanan dalam percaturan politik biasa terjadi, begitupun di Indonesia.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-weight:normal;" lang="IT">Tentunya tidak serta merta istilah itu ada, tentu kalau kita merunut sejarah akan sebuah istilah kiri dan kanan begitu panjang dan evolutif.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-weight:normal;" lang="IT">Kembali tadi tentang masalah Hak Asasi Manusia, </span></strong><span lang="IT">Tentu sisi lain kalau kita juga berbicara masalah Hak Asasi Manusia, adalah bukan semata kepemilikan gerakan kiri ataupun kanan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">Hak Asasi Manusia adalah masalah Universal, yaitu hak-hak kodrati setiap manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">Seperti Hak untuk hidup layak, hak untuk tidak mendapatkan penyiksaan, hak untuk tidak terdiskriminasi, dll.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">Ada hal yang menarik, belum lama ini ada ulasan <span> </span>ketika Koordinator Kontras, Usman Hamid menunjukkan dokumen briefing Intelijen di lingkungan komando teritorial TNI yang ditemukan Kontras.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">Dokumen itu meminta militer mewaspadai gerakan kiri atau komunisme yang berlindung di balik isu pro demokrasi dan penegakan Hak Asasi Manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">Tentu ini tidak lepas dari peristiwa kontroversial, september 1965.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">Terlepas se-kontroversial apapun masalah itu, fakta yang ada pada waktu itu terhitung manusia mati sampai hitungan puluhan ribu bahkan lebih, belum lagi mereka yang dipenjara tanpa proses peradilan, stigmatisasi, pembatasan akses, diskriminasi kewarga negaraan, dll. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">Siapa yang bisa membantah itu?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">Diperparah lagi ketika gerakan pro demokrasi dan penegakan Hak Asasi Manusia Indonesia saat ini diidentikkan dengan gerakan kiri, sudah barang tentu kemudian dikaitkan mitos turun temurun kiri itu komunis, komunis itu atheis, dan pasti sadis.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">Terlau panjang mungkin ketika harus memaparkan tentang sejarah<span> </span>Hak Asasi Manusia itu sendiri, tapi setidaknya deklarasi HAM yang dicetuskan di Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tanggal 10 Desember 1948, tidak berlebihan jika dikatakan sebagai puncak peradaban umat manusia setelah dunia mengalami malapetaka akibat kekejaman <span> </span>yang dilakukan negara-negara Fasis dan Nazi Jerman dalam Perang Dunia II. </span></p>
<p><span lang="IT">Deklarasi HAM sedunia itu mengandung makna ganda, baik ke luar (antar negara-negara) maupun ke dalam (antar negara-bangsa), berlaku bagi semua bangsa dan pemerintahan di negara-negaranya masing-masing. </span></p>
<p><span lang="IT">Makna ke luar adalah berupa komitmen untuk saling menghormati dan menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan antar negara-bangsa, agar terhindar dan tidak terjerumus lagi dalam malapetaka peperangan yang dapat menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan. Sedangkan makna ke dalam, mengandung pengertian bahwa Deklarasi HAM sedunia itu harus senantiasa menjadi ”pengayom” untuk rakyat dari masing-masing negara dalam menilai setiap kebijakan yang dikelauarkan oleh pemerintahnya.</span></p>
<p><span lang="IT">Mungkin itu pandangan yang terlalu umum ”<em>Eropa/Amerika</em>” sentris.</span></p>
<p><span lang="IT">Bagaiamana kita juga bisa melihat bahwa pada dasarnya Hak Asasi Manusia juga menjadi pedoman dari setiap agama yang ada.</span></p>
<p><span lang="IT">Kita mengenal konsep Islam dengan Rahmatanlilalamin(rahmat untuk semua alam), atau konsep Kristen dengan kasih sayangnya, ada lagi Budha dengan Welas asihnya, dll</span></p>
<p><span lang="IT">Apa yang dilakukan Munir saat itu juga tidak jauh dari apa yang diuraikan diatas, dia mencoba membongkar kejahatan militeristk di negeri ini yang selalu berlindung di balik tameng kekuasaan.</span></p>
<p><span lang="IT">Pertanyaanya kemudian adalah, apakah menjadi semacam pembenaran ketika membunuh, menyiksa, menculik <span> </span>sah dilakukan kalau atas nama Bangsa?</span></p>
<p><span lang="IT">Bukankah pemaksaan Ideologi Tunggal juga bagian dari pelanggaran Hak Asasi <span> </span>Manusia?</span></p>
<p><span lang="IT">Bukankah munculnya kiri dan kanan pasti akan selalu terjadi dalam ranah politik di negeri ini?</span></p>
<p><span lang="FI">Bukankah Hak Asasi Manusia bukan milik dominasi gerakan kiri ataupun kanan?</span></p>
<p><span lang="FI">Bukankah pelanggaran Hak Asasi manusia juga dilakukan oleh gerakan kiri dan kanan di negeri ini?</span></p>
<p><span lang="FI">Bukankah sejarah negeri ini sampai sekarang, adalah sejarah pelanggaran Hak Asasi Manusia, siapapun rezimnya.</span></p>
<p><span lang="FI">Dan, siapa yang bisa membantah itu&#8230;????</span></p>
<p><span lang="FI">Bukankah, perjuangan Hak Asasi Manusia tidak akan berhenti, hanya karena Munir mati..???</span></p>
<p><span lang="FI">Alih-alih perjuangan HAM seperti sudah dilakukan, ketika memakai icon Munir di kaos oblong ataupun mengutip pernyataan Munir, takut-takut hanya akan berhenti pada simbolisasi, lebih parah menjadi mitos.</span></p>
<p><span lang="FI">Kalau itu yang terjadi, kita kalah untuk kesekian kali.</span></p>
<p><span lang="FI">Salam&#8230;.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rushshit.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rushshit.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rushshit.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rushshit.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rushshit.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rushshit.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rushshit.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rushshit.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rushshit.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rushshit.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rushshit.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rushshit.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rushshit.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rushshit.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rushshit.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rushshit.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rushshit.wordpress.com&amp;blog=2508706&amp;post=8&amp;subd=rushshit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rushshit.wordpress.com/2008/08/16/antara-munir-dan-ham/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c9da5ce3399393e54ad93a32bd74bf4e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">rushshit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>apa itu graffiti</title>
		<link>http://rushshit.wordpress.com/2008/01/13/apa-itu-graffiti/</link>
		<comments>http://rushshit.wordpress.com/2008/01/13/apa-itu-graffiti/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jan 2008 06:42:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rushshit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Street Art]]></category>
		<category><![CDATA[brutal]]></category>
		<category><![CDATA[graffiti]]></category>
		<category><![CDATA[pengerusakan]]></category>
		<category><![CDATA[vandal]]></category>
		<category><![CDATA[vandalisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rushshit.wordpress.com/2008/01/13/apa-itu-graffiti/</guid>
		<description><![CDATA[Graffiti Sebagai Karya Seni?Dinding-dinding di sepanjang Jalan Tamblong yang semula putih bersih, kini sedikit berwarna. Kini, selain dipenuhi oleh &#8220;flyers&#8221; dan poster yang ditempel sembarangan, coretan-coretan jahil yang dibuat dengan cat semprot, juga mulai memenuhi dinding-dinding tersebut. Bikin mata orang-orang yang lalu lalang, mau nggak mau seperti tersihir untuk melihat atau sekadar melirik. Katanya sih, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rushshit.wordpress.com&amp;blog=2508706&amp;post=4&amp;subd=rushshit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font face="Times New Roman"><font color="#ff0000"><font size="5"><i>Graffiti </i>Sebagai Karya Seni?</font></font></font><font face="Times New Roman">Dinding-dinding di         sepanjang Jalan Tamblong yang semula putih bersih, kini sedikit berwarna. Kini, selain         dipenuhi oleh &#8220;flyers&#8221; dan poster yang ditempel sembarangan, coretan-coretan         jahil yang dibuat dengan cat semprot, juga mulai memenuhi dinding-dinding tersebut. Bikin         mata orang-orang yang lalu lalang, mau nggak mau seperti tersihir untuk melihat atau         sekadar melirik. Katanya sih, itu adalah graffiti, coretan yang dibuat untuk         mengekspresikan kebebasan. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">        </font><font face="Times New Roman">Graffiti yang berasal dari bahasa Yunani &#8220;graphein&#8221; (menuliskan), diartikan         oleh wikipedia.org sebagai coretan pada dinding atau permukaan di tempat-tempat umum, atau         tempat pribadi. Coretan tersebut, bentuknya bisa berupa seni, gambar, atau hanya berupa         kata-kata. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">        </font><font face="Times New Roman">Penggunaan cat semprot untuk bikin sebuah graffiti, sudah mulai dikenal di New York,         akhir tahun 60-an. Coretan pertama dengan cat semprot, dilakukan pada sebuah kereta         subway. Seorang bernama Taki yang tinggal di 183rd Street Washington Heights, selalu         menuliskan namanya, entah itu di dalam kereta subway, atau di bagian luar dan dalam bis.         Taki183, gitu bunyi tulisan yang ia buat menggunakan spidol. Taki ini seperti ingin         nunjukkin identitas dirinya. 183 yang ia tulis setelah namanya, nunjukkin tempat         tinggalnya.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">        </font><font face="Times New Roman">Gara-gara coretannya tersebut, orang-orang di seluruh kota jadi kenal dengan Taki,         lewat coretan-coretan misteriusnya. Di tahun 1971, mister Taki ini diinterview oleh sebuah         majalah terbitan New York. Dari situlah, kepopuleran Taki diikuti oleh anak-anak seluruh         New York. Anak-anak ini tertarik karena kepopuleran bisa diperoleh dengan hanya menuliskan         identitas mereka &#8211;disebut juga tagging&#8211; pada bus atau kereta yang melewati seluruh kota.         Semakin banyak nama atau identitas seorang anak, sudah pasti ia akan semakin populer.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">        </font><font face="Times New Roman">Setelah spidol, media yang kemudian biasa digunakan adalah cat semprot, yang dipakai         untuk nge-bomb (istilah untuk menyemprot) bagian luar kereta. Karena semakin banyaknya         orang-orang yang bikin tagging, nggak heran kalau setiap writers, pengen punya style         sendiri. Dari situ, mereka nambahin warna-warna yang eyecatching, efek-efek khusus, bahkan         mereka mencoba untuk menuliskan namanya lebih besar. Dengan bantuan cat semprot,         pengerjaan graffiti ini lebih cepet beres. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">        </font><font face="Times New Roman">Makanya, untuk mengantisipasi tagging yang mulai mewabah, pihak kepolisian setempat         sampai melarang penjualan cat semprot pada anak-anak di bawah umur. Saking banyaknya         pelaku graffiti, di Meksiko pun diberlakukan aturan serupa. Bahkan, setiap pembeli cat         semprot harus menunjukkan identitas yang jelas dan menyertakan alasan untuk apa cat         semprot itu digunakan. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">        </font><font face="Times New Roman">&#8220;Bikin graffiti di public space itu seperti punya gengsi sendiri. Selain itu         adrenalin bakal terpacu, karena takut dikejar polisi atau gangster,&#8221; kenang Roy, yang         pernah ke-gap sama gangster pas bikin graffiti di public space. Yup. Selalu public space         yang menjadi sasaran para seniman jalanan ini untuk berkreasi. &#8220;Sebagian orang ada         yang nganggep graffiti sebagai karya seni, tapi nggak sedikit juga yang bilang kalau         coretan-coretan itu malah ngerusak,&#8221; kata Radi, seorang mahasiswa seni lukis Fakultas         Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">        </font><font face="Times New Roman">Jika graffiti ini dilakukan tanpa seizin pemilik tempat, perbuatan ini dapat         dikategorikan sebagai tindakan vandal. Mungkin banyak di antara Belia yang belum tau apa         itu arti vandalisme. Vandalisme bisa diartikan sebagai tindakan yang merusak properti         orang lain. It means, graffiti atau mural yang dilakukan tanpa izin di tempat-tempat umum,         bisa dikategorikan sebagai vandalisme. Sementara, banyak orang yang berpendapat, kalau         graffiti di dinding-dinding jalan, masih lebih baik daripada dinding-dinding tersebut         kotor, tidak terawat, dan penuh dengan tempelan flyers atau brosur-brosur yang nggak         penting. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">        </font><font face="Times New Roman">Kalau Belia lewat Jalan Siliwangi, mata terasa lebih segar karena ngeliat mural di         sepanjang dinding jalan, pasti setuju kalau karya seni yang seperti itu bukan termasuk         perbuatan vandal. &#8220;Iyalah. Soalnya mural di Siliwangi itu legal kok. Pihak Pemda,         sekitar dua tahun lalu, pernah ngasih proyek itu buat kita,&#8221; kata Yogie, yang bareng         Radi, jadi konseptor pembuatan mural tersebut. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">        </font><font face="Times New Roman">Mural yang berarti lukisan pada permukaan yang lebar, memang terasa lebih legal         dibandingkan dengan graffiti yang berkesan liar. &#8220;Bedanya sih, mungkin hanya pada         medianya aja ya. Kalau graffiti banyak pake cat semprot, sementara mural make cat tembok.         Kalau nyeni atau nggaknya ya, tergantung yang liat. Nggak ada parameter khusus,&#8221;         lanjut Yogie. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">        </font><font face="Times New Roman">Senada dengan Yogie, Roy pun bilang kalau bagus atau jelek itu relatif. &#8220;Susah         sih, kalau mau bilang bagus atau jelek. Isi tulisan-tulisannya, mungkin dibilang jelek         tapi malah keinget terus sama yang baca. Tapi graffiti di film Alexandria saya bilang         butut, sementara orang lain mungkin bilang itu bagus,&#8221; tandas Roy sembari memberi         contoh. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">        </font><font face="Times New Roman">Legal atau nggaknya sebuah karya di jalanan, bagi Roy yang juga lulusan FSRD ini, tetap         dinilai sebagai sebuah karya. &#8220;Di Jogja, graffiti dan mural malah dilegalkan.         Pemerintah setempat ngebolehin, bahkan menyediakan lahan untuk para street art berkarya.         Sementara di Bandung, belum ada pelegalan seperti itu. Beda ceritanya kalau lu punya         duit,&#8221; katanya sedikit berapi-api. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">        </font><font face="Times New Roman">Alih-alih sebagai tindakan vandal, graffiti, mural, tagging, dan sebagainya adalah         merupakan kebebasan berekspresi. Tetapi, kebebasan berekspresi saat ini masih didominasi         oleh kaum berduit, yang mampu membeli tempat untuk menumpahkan kreativitasnya. Sementara         para seniman jalanan, mesti sembunyi-sembunyi atau malah kejar-kejaran dengan pihak aparat         hanya untuk berkreasi. &#8220;Seniman yang jelas-jelas bikin karya di privat place aja         sempat dibakar aparat, apalagi street art yang berkarya di public space,&#8221; lanjut Roy.         </font></p>
<p><font face="Times New Roman">        </font><font face="Times New Roman">Setiap seniman punya style masing-masing untuk mengekspresikan karyanya. Makanya, tidak         sedikit seniman yang malah &#8220;bersaing&#8221; untuk bisa menciptakan karya bagus di         tempat yang lebih lebar, misalnya, atau untuk meraih kepopuleran. Selain saingan, ada juga         proses pembelajaran yang diturunkan dari seniman yang tergolong kelas senior kepada         juniornya. &#8220;Yang baru belajar biasanya jadi kenek dulu. Kerjaannya masih sebatas         ngewarnain, atau bantuin yang gampang. Seniornya, yang bikin sketsa di kertas dan di         dinding,&#8221; ujar Roy. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">        </font><font face="Times New Roman">Proses bikin graffiti atau mural kurang lebih sama. Pertama, sketsa dibuat pada kertas,         lalu kemudian sketsa tersebut dipindahkan ke dinding. &#8220;Yang lebih gampang sih, si         sketsa udah &#8220;ditembakkin&#8221; pake proyektor, jadi nggak perlu bikin sketsa di         tembok. Tapi, ya, gengsinya mungkin lebih turun kalau dibantu pake proyektor,&#8221; kata         Roy lagi. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">        </font><font face="Times New Roman">Nggak sedikit duit yang dikeluarin untuk bikin satu graffiti atau mural. &#8220;Untuk         bikin gambar di tembok yang berukuran sedang, bisa habis kira-kira dua puluh kaleng cat         semprot. Sementara ini (garasi distro yang sedang dibuat graffiti-red) abis 40an         kaleng,&#8221; jelas Roy. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">        </font><font face="Times New Roman">Sayang banget kan kalau hanya ngabisin cat semprot untuk tulisan-tulisan yang nggak ada         maknanya, atau malah bikin sebel orang yang liat. Radi dan Yogie pun punya pendapat         serupa. &#8220;Kalau mau bikin graffiti atau mural, mending sekalian yang edun, daripada         hanya tulisan atau gambar yang teu kaharti.&#8221;katanya. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">        </font><font face="Times New Roman">Graffiti sampai kapan pun mungkin bakal jadi kontroversi. Di satu pihak bakal bilang         kalau graffiti itu perbuatan vandal, tapi pihak yang lain mengartikan seni, kebebasan         berekspresi. Lain halnya di Yogyakarta, yang setiap seniman bebas berkarya, pihak         pemerintah pun nggak perlu repot-repot ngejar-ngejar seniman yang bandel. Karya yang nggak         bikin sakit mata, lebih-lebih sakit hati, tentu bakal diapresiasi dengan baik oleh         masyarakat. Kebebasan berekspresi bisa saja diredam, tapi nggak bisa dihentikan</font></p>
<p>dari berbagai sumber</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rushshit.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rushshit.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rushshit.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rushshit.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rushshit.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rushshit.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rushshit.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rushshit.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rushshit.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rushshit.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rushshit.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rushshit.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rushshit.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rushshit.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rushshit.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rushshit.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rushshit.wordpress.com&amp;blog=2508706&amp;post=4&amp;subd=rushshit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rushshit.wordpress.com/2008/01/13/apa-itu-graffiti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c9da5ce3399393e54ad93a32bd74bf4e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">rushshit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://rushshit.wordpress.com/2008/01/13/hello-world/</link>
		<comments>http://rushshit.wordpress.com/2008/01/13/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jan 2008 05:49:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rushshit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[hello]]></category>
		<category><![CDATA[pertama]]></category>
		<category><![CDATA[pesan]]></category>
		<category><![CDATA[world]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[ni postingan pertama smoga lain kali bisa libih bagus<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rushshit.wordpress.com&amp;blog=2508706&amp;post=1&amp;subd=rushshit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ni postingan pertama</p>
<p>smoga lain kali bisa libih bagus</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rushshit.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rushshit.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rushshit.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rushshit.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rushshit.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rushshit.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rushshit.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rushshit.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rushshit.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rushshit.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rushshit.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rushshit.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rushshit.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rushshit.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rushshit.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rushshit.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rushshit.wordpress.com&amp;blog=2508706&amp;post=1&amp;subd=rushshit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rushshit.wordpress.com/2008/01/13/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c9da5ce3399393e54ad93a32bd74bf4e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">rushshit</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
